MACAM-MACAM SISTEM OPERASI JARINGAN
Pengertian
sistem operasi jaringan
Sistem operasi jaringan atau Network
Operating System adalah sebuah sistem operasi untuk mengkoordinasikan kegiatan
dari beberapa komputer dalam sebuah jaringan.
Fungsi Sistem Operasi Jaringan
- Menghubungkan sejumlah komputer dan perangkat lainnya ke sebuah jaringan.
- Mengelola sumber daya jaringan.
- Menyediakan layanan
- Menyediakan keamanan jaringan bagi multiple users.
Berikut macam- macam sistem operasi
jaringan
1.Banyan VINES
Banyan VINES (Virtual Integrated
Network Service) adalah sebuah sistem operasi jaringan populer pada akhir
dekade 1980-an hingga awal dekade 1990-an yang banyak digunakan dalam
jaringan-jaringan korporat. Vines pada awalnya dibuat berdasarkan protokol
jaringan yang diturunkan dari Xerox Network System (XNS). VINES sendiri
menggunakan arsitektur jaringan terdistribusi klien atau server yang
mengizinkan klien-klien agar dapat mengakses sumber daya di dalam server
melalui jaringan.
2Novell Netware
Novell Netware adalah sebuah sistem
operasi jaringan yang umum digunakan dalam komputer IBM PC atau nkompatibelnya.
Sistem operasi ini dikembangkan oleh Novell, dan dibuat oleh Novell Inc.
berbasis tumpukan protokol jaringan Xerox XNS. Novell Netware dahulu digunakan
sebagai LAN-based network operating system. Banyak digunakan pada awal sampai
pertengahan tahun 1990-an.
3.Microsoft LAN Manager
LAN Manager adalah sebuah sistem
operasi jaringan yang dikembangkan oleh Microsoft Corporation bersama dengan
3Com Corporation. LAN Manager didesain sebagai penerus perangkat lunak server
jaringan 3+Share yang berjalan di atas sistem operasi MS-DOS.
4.Microsoft Windows NT Server
Microsoft Windows NT Server
menggunakan non-dedicated server sehingga memungkinkan untuk bekerja pada
komputer serevser, protocol jaringan menggunakan TCP/IP dan Windows NT
merupakan sebuah sistem operasi 32-bit dari Microsoft yang menjadi leluhur
sistem operasi Windows 2000, Windows XP, Windows Server 2003, dan Windows
Vista.
5.Windows 98, Windows 2000
Profesional, Windows XP Profesional, dan Windows NT Workstation
Seluruh windows yang ada di atas
tidak digunakan oleh server, tetapi dapat digunakan untuk menyediakan sumber
daya untuk jaringan (work station), seperti dapat mengakses file dan
menggunakan printer.
6.GNU/LINUX
GNU/LINUX adalah turunan dari Unix
yang merupakan freeware dan powerfull operating system,memiliki implementasi
lengkap dari arsitektur TCP/IP. Beberapa varian UNIX, seperti SCO OpenServer,
Novell UnixWare, atau Solaris adalah turunan dari Unix yang merupakan freeware
dan powerfull operating system,memiliki implementasi lengkap dari arsitektur
TCP/IP.
7.UNIX
UNIX dapat menangani pemrosesan yang
besar sekaligus menyediakan layanan internet seperti web server, FTP server,
terminal emulation (telnet), akses database, dan Network File System (NFS) yang
mengijinkan client dengan sistem operasi yang berbeda untuk mengakses file yang
di simpan di komputer yang menggunakan sistem operasi UNIX.
PERANGKAT YANG DIBUTUHKAN MEMBANGUN JARINGAN
Untuk jaringan komputer atau LAN
(Local Area Network) sederhana mengandung beberapa komponen atau perangkat
keras yang sangat penting dan merupakan kebutuhan utamanya. Perangkat keras
yang dimaksud antara lain adalah:
- Komputer yang akan digunakan sebagai Server
- Beberapa komputer untuk workstation
- NIC (Network Interface Card)
- Wireless LAN
- HUB atau Swicth yang mendukung F/O
- Swicth Wireless
- Kabel UTP
- Kabel Telepon
- Conector RJ45 dan RJ11
- VDSL Converter
- UPS jika diperlukan
Peralatan tersebut merupakan
kebutuhan standar dan harus ada untuk sebuah jaringan. Kemudian apabila
jaringan komputer di kantor Anda akan ditingkatkan atau lebih besar lagi harus
ditambah beberapa hardware lain seperti:
- Repeater
- Bridge
- Router
- Gateway
Seperti telah dijelaskan di atas
komponen jaringan, misalnya untuk Warnet atau jaringan di kantor yang hanya
melibatkan beberapa gedung perkantoran yang jaraknya antara 100 – 1000 Meter
serta memiliki node sekitar 10 sampai 200 unit komputer. Dengan beberapa
komponen tersebut Anda sudah bisa membangun jaringan. Untuk mengetahui
masing-masing komponen tersebut berikut akan dijelaskan secara singkat dan
sederhana.
NIC (Network Interface Card)
Yang saya maksud NIC dalam buku ini
adalah kartu jaringan atau LAN Card berupa papan elektronik yang nantinya
ditanam atau dipasang di setiap komputer yang akan dihubungkan ke suatu
jaringan. Jaringan ini tidak terbatas pada LAN (Local Area Network) saja bisa
juga Workgroup.
Sesuai perkembangan teknologi
khususnya jaringan, saat ini banyak jenis dan merk kartu jaringan. Namun demikian
ada tiga hal pokok yang perlu diketahui dari kartu jaringan atau NIC ini, yaitu
tipe kartu, jenis protokol, tipe kabel yang didukungnya.
Tipe NIC
Sesuai perkembangan komputer PC dan
mainboardnya, maka tipe slot atau expansion slot juga bermacam-macam, mulai
ISA, PCI dan AGP. Namun untuk kartu jaringan ini saya hanya menjelaskan 2 tipe
saja, yaitu PCI dan ISA.
Pada saat membeli komputer khususnya
komputer rakitan, tidak semua slot terisi. Slot yang kosong ini dapat digunakan
untuk memasang beberapa kartu tambahan, seperti kartu suara, modem internal,
dan kartu jaringan.
Untuk membedakan slot ISA dan PCI
mudah saja. Jika casing komputer dibuka, di bagian belakang ada beberapa
deretan slot. Slot yang berwarna hitam umumnya ISA, slot yang berwarna putih
adalah slot PCI, dan slot yang berwarna coklat umumnya slot AGP.
Jenis Protokol NIC
Saat ini dikenal beberapa protokol
untuk sebuah kartu jaringan, di antaranya Ethernet dan Fast Ethernet, Token
Ring, FDDI, dan ATM. Namun dalam buku ini dibatasi hanya menjelaskan dua
protokol saja, yaitu Ethernet dan Fast Ethernet.
Jenis Ethernet masih banyak
digunakan walaupun kecepatan transfer data yang didukungnya hanya sampai 10Mbps
saja. Saat ini perusahaan, instansi pemerintah dan juga Warnet-warnet sudah
mulai menggunakan jenis Fast Ethernet. Karena selain sudah mendukung kecepatan
transfer data sampai 100Mbps, harganya pun tidak jauh berbeda.
Selain itu ada juga kartu jaringan
jenis combo. Jenis ini mendukung Ethernet maupun Fast Ethernet. Kartu combo
bisa mendeteksi sendiri berapa kecepatan yang sedang digunakan pada jaringan.
Begitu juga dari sudut pengkabelan jenis combo ini mendukung kabel jenis
Coaxial dan UTP.
Komputer jenis notebook yang beredar
tidak semuanya sudah terpasang kartu jaringan. Untuk itu apabila notebook
pimpinan Anda menginginkan koneksi ke jaringan dan belum terpasang kartu
jaringan, maka Anda harus mempersiapkan kartu jaringan jenis PCMCIA. Kartu
jaringan ini pemasangannya tidak terlalu sulit, cukup dimasukkan ke port PCMCIA
yang ada pada setiap notebook dan tidak perlu dibongkar atau covernya dibuka.
Cukup ditancapkan dari bagian pinggir atau depan dari notebook tersebut.
Saat ini hampir semua NIC yang
beredar di pasaran sudah mendukung Plug-n-Play. PNP ini sudah sangat populer,
karena setiap kita menambah hardware baru secara otomatis akan dikonfigurasi
oleh komputer. Begitu juga oleh operating sistemnya. Namun demikian untuk
memastikan kartu jaringan Anda Plug and Play baca di manual atau tanyakan pada
penjualnya.
HUB atau Concentrator
Secara sederhana HUB bisa dikatakan
suatu perangkat yang memiliki banyak port yang akan menghubungkan beberapa Node
atau titik sehingga membentuk suatu jaringan pada topologi star. Pada jaringan
yang umum dan sederhana salah satu port menghubungkan HUB tersebut ke komputer
Server. Sedangkan port lainnya digunakan untuk menghubungkan komputer client
atau workstation yang sudah memiliki NIC untuk membentuk suatu jaringan.
Jika akan dilakukan pengembangan HUB
juga bisa dihubungkan ke HUB berikutnya secara up-link. Ini terjadi apabila HUB
yang digunakan hanya memiliki port 16 port plus 1 port untuk server atau hub
lain. Sehingga untuk menambah jaringan diperlukan HUB tambahan.
Dari segi pengelolaan HUB yang saat
ini beredar di pasaran ada dua jenis, yaitu manageable HUB dan unmanageable
HUB. Manageable HUB adalah HUB yang bisa dikelola atau di-manage dengan
software yang di bawahnya. Sedangkan unmana-geable HUB cara pengelolaannya
dilakukan secara manual.
Perlu diketahui bahwa HUB hanya
memungkinkan pengguna atau user untuk berbagi (share) jalur yang sama. Kumpulan
HUB yang membentuk jaringan disebut “Shared Ethernet.” Pada jaringan seperti
itu, setiap user hanya akan mendapatkan kecepatan dari bandwidth jaringan yang
ada. Umpamanya jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10 Mbps dan pada
jaringan tersebut tersambung 20 unit komputer yang semuanya menggunakan sistem
operasi Windows 95/98, maka secara sederhana jika semua komputer yang terhubung
ke jaringan tersebut bersamaan mengirimkan data, bandwidth rata-rata yang bisa
digunakan oleh masing-masing user tersebut hanya 0.5 Mbps.
Kekurangannya, hub cukup mahal, membutuhkan kabel tersendiri untuk
berjalan, dan akan mematikan seluruh network jika ia tidak berfungsi.
Cara kerja Hub :
Pada dasarnya adalah sebuah pemisah
sinyal (signal splitter). Ia mengambil bit-bit yang datang dari satu port dan
mengirimkan copynya ke tiap-tiap port yang lain. Setiap host yang tersambung ke
hub akan melihat paket ini tapi hanya host yang ditujukan saja yang akan
memprosesnya. Ini dapat menyebabkan masalah network traffic karena paket yang
ditujukan ke satu host sebenarnya dikirimkan ke semua host (meskipun ia hanya
diproses oleh salah satu yang ditujukannya saja).
Pada jaringan yang menggunakan
topologi bus, ada juga perangkat sejenis yang mirip HUB namanya repeater
(pengulang). Sesuai namanya, repeater bekerja memperkuat sinyal agar lalu
lintas data dari client ke server atau sebaliknya lebih cepat apabila jarak
antara client atau workstation ke server lebih jauh. Dengan repeater ini
jaringan dan sinyal akan semakin kuat. Bahkan apabila kabel yang digunakan
jenis coaxial, jaringan akan lebih cepat.
Bridge (jembatan)
Bridge adalah perangkat yang
berfungsi menghubungkan beberapa jaringan terpisah, baik tipe jaringan yang
sama maupun berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet). Bridge memetakan
alamat Ethernet dari setiap node atau titik yang ada pada masing-masing segmen
jaringan dan hanya memperbolehkan lalulintas data yang diperlukan melintasi
bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan
sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak, dan jika segmennya berbeda,
paket diteruskan ke segmen tujuannya. Bridge juga bisa mencegah pesan rusak
agar tidak menyebar keluar dari satu segmen.
Bridge hadir dalam tiga tipe dasar yaitu
Local, Remote, dan Wireless.
Bridge local secara langsung menghubungkan Local Area Network (LAN). Bridge remote yang dapat digunakan untuk membuat sebuah Wide Area Network (WAN) menghubungkan dua atau lebih LAN. Sedangkan wireless bridge dapat digunakan untuk menggabungkan LAN atau menghubungkan mesin-mesin yang jauh ke suatu LAN.
Bridge local secara langsung menghubungkan Local Area Network (LAN). Bridge remote yang dapat digunakan untuk membuat sebuah Wide Area Network (WAN) menghubungkan dua atau lebih LAN. Sedangkan wireless bridge dapat digunakan untuk menggabungkan LAN atau menghubungkan mesin-mesin yang jauh ke suatu LAN.
Bridge beroperasi mengenali alamat
MAC address node asal yang mentransmisi data ke jaringan dan secara automatis
membangun sebuah table routing internal. Table ini digunakan untuk menentukan
ke segmen mana paket akan di route dan menyediakan kemampuan penyaringan
(filtering). Setelah mengetahui ke segmen mana suatu paket hendak disampaikan,
bridge akan melanjutkan pengiriman paket secara langsung ke segmen tersebut.
Jika bride tidak mengenali alamat tujuan paket, maka paket akan di forward ke
semua segmen yang terkoneksi kecuali segmen alamat asalanya. Dan jika alamat
tujuan berada dalam segmen yang sama dengan alamat asal, bridge akan menolak
paket. Bridge juga melanjutkan paket-paket broadcast ke semua segmen kecuali
segmen asalnya.
Switch
Switch atau lebih dikenal dengan
istilah LAN switch merupakan perluasan dari konsep bridge. Ada dua arsitektur
dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut-through dan store-and-forward.
Switch cut-through memiliki
kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya
memperhatikan alamat tujuan sebelum diteruskan ke segmen tujuannya.
Sedangkan switch store-and-forward
merupakan kebalikan dari switch cut-through. Switch ini menerima dan
menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan dan untuk
memeriksa satu paket memerlukan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk
mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tidak mengganggu
jaringan.
Dengan switch ada beberapa
keuntungan karena setiap segmen jaringan memiliki bandwidth 10 Mbps penuh,
tidak terbagi seperti pada “shared network.” Dengan demikian kecepatan transfer
data lebih tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah switch yang saling berhubungan
disebut “collapsed backbone.”
Saat ini perusahaan umumnya memilih
jaringan Ethernet 10 Mbps pada segmen-segmennya dan Fast Ethernet 100 Mbps
untuk koneksi ke server. Biasanya merka menggunakan switch 10/100 yang biasanya
memiliki beberapa port 10 Mbps untuk koneksi ke komputer client dan 1 port 100
Mbps untuk koneksi ke server atau komputer yang dianggap sebagai server.
Dalam mengolah data switch dapat
digolongkan dalam tiga jenis :
1. Store and Forward – switch akan meneruskan frame setelah data di terima secara lengkap
2. Cut-Through Switch Meneruskan Frame tanpa menunggu penerimaan frame secara lengkap
3. Fragment Free ( Hybrid ) merupakan kompromi dari kedua jenis switch Juga diperkuat oleh teknologi VLAN ( Virtual LAN ) dimana dia mampu Mensegmentasi jaringan LAN secara logika tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Switch juga dapat berfungsi sebagai Spanning Tree protokol yang bersifat redundant jika dia menilai suatu jalur itu sibuk maka dia ( switch ) akan memilih jalur lain yang tidak sibuk.
1. Store and Forward – switch akan meneruskan frame setelah data di terima secara lengkap
2. Cut-Through Switch Meneruskan Frame tanpa menunggu penerimaan frame secara lengkap
3. Fragment Free ( Hybrid ) merupakan kompromi dari kedua jenis switch Juga diperkuat oleh teknologi VLAN ( Virtual LAN ) dimana dia mampu Mensegmentasi jaringan LAN secara logika tanpa harus menuruti lokasi fisik peralatan. Switch juga dapat berfungsi sebagai Spanning Tree protokol yang bersifat redundant jika dia menilai suatu jalur itu sibuk maka dia ( switch ) akan memilih jalur lain yang tidak sibuk.
Cara kerja switch :
Jika akan menggunakan switching hub,
diperlukan beberapa informasi dasar untuk menentukan pilihan switch, yaitu
dengan mengetahui cara kerjanya.
– Cut through
Yaitu menentukan route paket yang
diterima langsung ke alamat port tujuan. Tentu saja hal ini akan meningkatkan
throughput koneksi dan mengurangi latency pengiriman paket. Pengiriman
dilakukan tanpa terlebih dahulu mengumpulkan seluruh paket. Tetapi ketika
alamat tujuan diketahui, langsung route dan pengiriman dilakukan ke alamat itu.
Untuk satu paket Ethernet (1518 byte) proses ini memerlukan waktu hanya selama
40 microsecond. Dalam keadaan koneksi tujuan sedang digunakan, switch akan
menampung paket data yang diterima untuk dimasukkan ke dalam buffer. Dan paket
data akan dikirim dari buffer jika koneksi tujuan telah kosong.
– Store and forward
Cara kerjanya dilakukan dengan
mengumpulkan seluruh paket hingga lengkap ke dalam memory switch dan melakukan
pemeriksaan kesalahan dengan metode CRC (Cyclic Redundancy Check). Waktu yang
diperlukan untuk melakukan proses untuk setiap paket Ethernet adalah 1,2
milidetik. Karena diperlukan memory yang cukup, ada potensi terjadinya latency
dalam store and forward switch ini yang disebabkan oleh penuhnya memory yang
ada untuk menampung seluruh paket dan tabel dari ntwork address.
Walaupun cara cut through akan mengurangi terjadinya latency, tetapi konsekuensinya, paket data yang rusak juga akan juga sampai ke alamat tujuan. Kebalikannya, hal ini tidak terjadi pada store and forward switch.
Dari kedua cara di atas, ada pula switch yang menggabungkan kedua cara tsb yang disebut hybrids. Pada saat awal menggunakan cara cut through switching, dan melakukan pemeriksaan CRC, kemudian menghitung jumlah error yang ada. Jika jumlah error telah sampai pada batas tertentu, switch akan bekerja dengan cara store and forward sampai dengan kondisi jumlah error telah berkurang. Selanjutnya switch akan kembali bekerja dengan cara cut through. Cara termudah untuk mengetahui adanya kemampuan ini adalah dengan melihat ada atau tidaknya keterangan threshold detection atau adaptive switch dalam spesifikasi teknisnya.
Walaupun cara cut through akan mengurangi terjadinya latency, tetapi konsekuensinya, paket data yang rusak juga akan juga sampai ke alamat tujuan. Kebalikannya, hal ini tidak terjadi pada store and forward switch.
Dari kedua cara di atas, ada pula switch yang menggabungkan kedua cara tsb yang disebut hybrids. Pada saat awal menggunakan cara cut through switching, dan melakukan pemeriksaan CRC, kemudian menghitung jumlah error yang ada. Jika jumlah error telah sampai pada batas tertentu, switch akan bekerja dengan cara store and forward sampai dengan kondisi jumlah error telah berkurang. Selanjutnya switch akan kembali bekerja dengan cara cut through. Cara termudah untuk mengetahui adanya kemampuan ini adalah dengan melihat ada atau tidaknya keterangan threshold detection atau adaptive switch dalam spesifikasi teknisnya.
VDSL
VDSL (Very high-bit-rate Digital
Subscriber Line port) merupakan suatu alat atau piranti yang digunakan sebagai
converter dari kabel UTP (RJ45) ke kabel telepon (RJ11). Dalam hal ini apabila
Anda akan menghubungkan jaringan LAN atau Intranet antar gedung yang jaraknya
kurang lebih 500 meter masih memungkinkan dengan penambahan piranti VDSL ini.
Masalah kecepatan transfer data tergantung merk VDSL yang digunakan. Bahkan
untuk saat ini mulai banyak beredar dipasaran jenis VDSL yang kecepatannya bisa
diatur sesuai keinginan (manageble).
Jaringan komputer khususnya LAN kini
sudah menjadi kebutuhan. Namun kadang-kadang yang menjadi kendala adalah ketika
jaringan harus menyebrang jalan, melintasi gedung, bahkan tidak sedikit merka
membangun LAN sendiri-sendiri, padahal masih dalam instansi atau perusahaan
yang sama. Sebenarnya teknologi untuk keperluan tersebut sudah sejak lama
diperkenalkan, seperti Wireless, Fiber Optic, VDSL, dan lain-lain. Namun
apabila menggunakan F/O biaya yang diperlukan tidak sedikit, begitu juga dengan
wireless. Dengan demikian salah satu alternatif untuk membangun LAN yang
melibatkan banyak gedung dengan biaya murah adalah dengan memanfaatkan VDSL
ini.
Seperti halnya F/O harus menggunakan
sepasang converter, Wireless juga harus sepasang, begitu juga dengan VDSL juga
harus sepasang. Satu dipasang di Swicth atau HUB yang berhubungan dengan Server
dan satunya lagi dipasang di Swicth atau HUB yang ada di Client atau di lokasi
lain.
Wireless
Wireles ini bermacam-macam merk dan
jenisnya. Namun dalam buku ini tidak akan menjelaskan merk dan jenis dari
Wireless tersebut, yang pasti ada Wireless yang sudah terpasang di komputer ada
juga sebagai tambahan. Bahkan untuk komputer notebook atau Laptop yang sudah
memasang logo Mobile Technology secara otomatis sudah ada Wirelessnya. Saat ini
memang teknologi WiFI sudah menjadi trend dan kebutuhan untuk jaringan komputer
bergerak atau mobile.
LAN
Untuk memanfaatkan Wireless yang
sudah ada di komputer atau memasang sebagai kartu jaringan Anda harus memiliki
HUB atau Swicth yang ada fasilitas Wirelessnya. Hub, Swicth atau Router yang
sudah medukung fasilitas Wireless ini kini mulai banyak digunakan. Berikut ini
contoh Wireless yang mendukung berbagai fasiitas yang bisa digunakan untuk
berkomunikasi antara komputer yang memiliki NIC Wireless atau NIC biasa, serta
mendukung Wide Area Network.
Router
Router bekerja dengan cara yang
mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router merupakan penyaring atau
filter lalu lintas data. Penyaringan dilakukan dengan menggunakan protokol
tertentu. Router pada dasarnya merupakan piranti pembagi jaringan secara
logikal bukan fisikal. Misalnya sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi
beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address
tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Contohnya bisa
berupa jaringan biasa LAN (Local Area Network) atau WAN (Wide Area Network)
atau jaringan global seperti Internet.
Fungsinya :
Router berfungsi sebagai penghubung
antar dua atau lebih jaringan untuk meneruskan data dari satu jaringan ke
jaringan lainnya. Router berbeda dengan switch. Switch merupakan penghubung
beberapa alat untuk membentuk suatu Local Area Network (LAN).
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch adalah switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Sebagai ilustrasi perbedaan fungsi dari router dan switch adalah switch merupakan suatu jalanan, dan router merupakan penghubung antar jalan. Masing-masing rumah berada pada jalan yang memiliki alamat dalam suatu urutan tertentu. Dengan cara yang sama, switch menghubungkan berbagai macam alat, dimana masing-masing alat memiliki alamat IP sendiri pada sebuah LAN.
Router sangat banyak digunakan dalam jaringan berbasis teknologi protokol TCP/IP, dan router jenis itu disebut juga dengan IP Router. Selain IP Router, ada lagi AppleTalk Router, dan masih ada beberapa jenis router lainnya. Internet merupakan contoh utama dari sebuah jaringan yang memiliki banyak router IP. Router dapat digunakan untuk menghubungkan banyak jaringan kecil ke sebuah jaringan yang lebih besar, yang disebut dengan internetwork, atau untuk membagi sebuah jaringan besar ke dalam beberapa subnetwork untuk meningkatkan kinerja dan juga mempermudah manajemennya. Router juga kadang digunakan untuk mengoneksikan dua buah jaringan yang menggunakan media yang berbeda (seperti halnya router wireless yang pada umumnya selain ia dapat menghubungkan komputer dengan menggunakan radio, ia juga mendukung penghubungan komputer dengan kabel UTP), atau berbeda arsitektur jaringan, seperti halnya dari Ethernet ke Token Ring.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar